Strategi Masa Pandemi, Mengubah Tantangan Jadi Peluang

seseorang dibelenggu pita kuning bertuliskan stop sambil membawa tulisan covid

Strategi Masa Pandemi, Mengubah Tantangan Jadi Peluang

2560 1707 Iin Kurniati

Tahun 2020 akan menjadi cerita yang terekam dalam jejak sejarah bangsa. Pandemi Covid-19 tidak hanya berimplikasi terhadap sisi kesehatan, tetapi juga berdampak kepada sektor ekonomi dan kelangsungan dunia usaha, termasuk pelaku usaha sosial. Kondisi ini tak terkecuali bagi Suarise Indonesia yang memutuskan tidak melakukan pelatihan penulisan digital konten untuk tunanetra dan fokus pada bisnis konsultan dan jasa. Inilah bukti bahwa berbagai strategi masa pandemi dirumuskan demi bertahan.

Adaptif dan Inovatif Kunci Strategi Masa Pandemi

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar jelas menciptakan kenormalan baru. Inovatif dan Adaptif menjadi dua kata kunci dalam merespons tantangan tersebut. Para pelaku usaha jungkir-balik melakukan upaya demi menjaga kelangsungan bisnisnya. 

Selain itu, masyarakat seolah dipaksa beralih ke era baru untuk meminimalisir social distancing demi memperkecil peluang terdampak. Pergeseran ke era digital inilah yang kemudian diadopsi pelaku usaha besar, kecil, dan menengah untuk menjaga kelangsungan bisnisnya. Lantas, bagaimana dengan pelaku usaha sosial?

Pertanyaan tersebut yang berusaha dijawab dalam riset mengenai apa saja dampak covid-19 kepada pelaku usaha sosial serta bagaimana strategi masa pandemi yang dilakukan untuk bisa tetap bertahan. Suarise Indonesia sebagai usaha sosial yang bergerak dibidang pengembangan pendidikan inklusi dan jasa konsultan, menjadi satu dari sepuluh usaha sosial yang menjadi objek riset dalam program Kelas Kewirausahaan Sosial (KKS). 

Mini Riset Usaha Sosial 

Program yang diselenggarakan oleh Platform Usaha Sosial (PLUS) bersama dengan Kelas Kewirausahaan UGM ini diikuti oleh 12 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan terbagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing tim mewakili industri fashion dan kerajinan, food & beverages, agrikultur, serta bidang pariwisata, pendidikan dan kesehatan.

Hasil mini riset ini menemukan bahwa sejumlah usaha sosial ada yang terdampak hebat akibat pandemi. Namun, ada pula usaha sosial yang tidak terdampak, bahkan pandemi malah memperluas peluang usaha mereka. Diversifikasi usaha, ekstensifikasi target market, hingga jalin komunikasi dan kolaborasi dengan mitra usaha lain menjadi sejumlah strategi masa pandemi.

Disisi lain, pelaku usaha sosial juga mengadopsi perubahan digital dengan mengoptimalkan penggunaan media sosial dan memanfaatkan e-commerce. Kedua platform tersebut dimanfaatkan para pelaku usaha untuk meraih awareness, dan memasarkan produk kepada konsumen. Sebagai buktinya, maraknya jual-beli online via e-commerce jadi strategi masa pandemi yang menjanjikan.

Suarise masa Pandemi

Sebagai pihak yang juga terkena dampak, Suarise melakukan perubahan strategi masa pandemi untuk mempertahankan sustainability bisnisnya. Selama pandemi ini berlangsung, kegiatan pelatihan digital content writing bagi tunanetra terpaksa ditunda. 

screen capture liputan GAAD Indonesia di Youtube Suarise

Accessibility Impact to SEO, Discussion in GAAD 2020

Tonton kembali Acara GAAD 2020

Meskipun demikian, Suarise tidak berhenti untuk mengadakan serangkaian kegiatan secara daring untuk mengkampanyekan nilai-nilai inklusi. Salah satunya melalui kampanye #BisaDiakses. Ini ialah upaya mengajak publik untuk membuat platform digital mereka – media sosial dan website – dapat diakses khususnya bagi tunanetra.

Global Accessibility Awareness Day (GAAD) Tahun 2020 menjadi tonggak awal pelaksanaan a11yid Sharing Session yang mengajak pelaku pengembang produk digital untuk berkontribusi dan implementasi aksesibilitas inklusi. Demi digital platform di Indonesia semakin #BisaDiAkses bagi lebih dari 10 juta difabel di Indonesia.

Kemudian dari sisi bisnis, Suarise membuka jasa konsultasi untuk membuat platform digital #BisaDiakses bagi perusahaan maupun industri agar lebih inklusif. Tak ketinggalan, Suarise juga mempromosikan jasa para talents yang telah menyelesaikan pelatihan. 

Baca Portofolio talents!

Melalui diskusi ini, kolaborasi dan jejaring antar para pelaku usaha diharapkan dapat terjalin semakin erat. Disamping itu, setiap usaha sosial diharapkan akan dapat saling mendukung demi meningkatkan ketahanan usaha. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya untuk membuka jalan untuk akses bantuan, tetapi juga memupuk semangat optimisme mengatasi tantangan pandemi mendatang.

 

Tertarik menggunakan jasa Suarise? Kontak kami disini.

Seluruh dunia harus tahu. Bagikan sekarang!

Leave a Reply