Aksesibilitas situs cek DPT menjadi kunci utama bagi disabilitas dalam memastikan partisipasi mereka dalam Pilkada 2024. KPU (Komisi Pemilihan Umum) menyediakan fasilitas pengecekan DPT (Daftar Pemilih Tetap) secara daring sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Fitur ini memungkinkan seluruh warga negara termasuk penyandang disabilitas secara mandiri memastikan bahwa namanya telah terdaftar sebagai pemilih.
Meskipun saat tulisan ini dibuat pada 2 September 2024 DPT belum final, justru ini momen yang tepat untuk melakukan pengecekan. Hal ini sebagai antisipasi pemilih untuk segera mengambil tindakan jika menemukan ketidaksesuaian data.
Mengapa Aksesibilitas situs Cek DPT Penting
Aksesibilitas situs cek DPT merupakan hal yang krusial. Merujuk pemberitaan Tempo.co, berdasarkan data Survei Forum Masyarakat Pemantau untuk Indonesia Inklusif Disabilitas (Formasi Disabilitas), menemukan fakta bahwa 19,4% disabilitas tidak mengetahui status apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum.
Kondisi ini berpotensi mempengaruhi hak pilih. Bayangkan apabila seorang penyandang disabilitas salah mengira telah terdaftar sebagai pemilih, padahal aslinya belum terdaftar. Ketidaktahuan ini membuat difabel tersebut tidak akan melakukan tindakan lanjutan seperti melaporkan diri atau melakukan perbaikan data, akibatnya eksistensi disabilitas dalam mengisi ruang partisipasi politik pada proses Pemilihan Umum menjadi tidak terjamin.
KPU perlu melakukan sosialisasi kepada disabilitas mengenai layanan situs cek DPT. KPU dapat mengajarkan cara memeriksa DPT dan menjelaskan tindakan yang bisa dilakukan apabila tidak terdaftar. Namun, Sebelum melakukan sosialisasi KPU perlu memahami bagaimana cara tunanetra dalam menjelajahi suatu situs mulai dari mencari sampai membaca data.
Baca:
Aksesibilitas Digital Penting: Apakah Hanya Untuk Disabilitas?
Cara Cek DPT
- Pertama, buka tautan cekdptonline.kpu.go.id
- Kedua, masukan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang bisa dilihat pada KTP (Kartu Tanda Penduduk), klik langkah 2/4
- Ketiga, masukan nomor whatsapp, klik langkah 3/4
- Keempat, pengguna akan memperoleh chat dari KPU ke nomor whatsapp yang telah diinput sebelumnya berisi OTP. Masukan OTP tersebut, klik konfirmasiTerakhir
- Selesai, lihat hasil pencarian!
Cara Tunanetra Mencari Data di Situs Cek DPT
Cara tunanetra mencari data di situs cek dpt dilakukan dengan cara yang sama seperti orang awas. Tunanetra akan mengetik setiap isian formulir meliputi NIK, nomor whatsapp, dan OTP.
Kemudian, tunanetra menjelajahi suatu situs di komputer dengan mengandalkan tombol tab dan panah di keyboard. Tombol tab berfungsi berpindah antar elemen interaktif seperti link, tombol, dan formulir secara berurutan. Dalam kasus situs cek dpt, bila saat ini kursor ada di “langkah 2/4”, maka ketika menekan tombol tab sekali kursor akan berpindah ke elemen interaktif berikutnya yaitu “WA chatbot KPU”.
Tunanetra tidak menggunakan mouse, karena tunanetra kesulitan mengarahkan mouse untuk menggerakkan kursor. Sementara itu, untuk menjelajahi setiap elemen melalui smartphone tunanetra menggunakan gestur mengusap layar.
Tunanetra dapat mengetahui tulisan tersebut berkat screen reader. Screen reader akan membacakan semua isi layar, tetapi kecuali item berbentuk visual. Namun, kemampuan membaca screen reader sangat dipengaruhi oleh aksesibilitas suatu website atau aplikasi. Website atau aplikasi yang dirancang tidak aksesibel tidak akan terbaca optimal oleh screen reader.
Apakah Dapat Membaca Hasil Pencarian?
Hasil pencarian data di situs cek DPT dapat terbaca oleh screen reader. Untuk membaca isi menggunakan tombol panah, sehingga tunanetra dapat mengetahui apakah namanya sudah masuk ke DPT atau belum secara mandiri.
Masalah Aksesibilitas Situs Cek DPT
Situs cek DPT memiliki sejumlah masalah aksesibilitas. Telah disinggung sebelumnya bahwa website atau aplikasi yang dirancang tidak sesuai standar aksesibilitas menjadi penyebab munculnya masalah tersebut. Adapun masalah aksesibilitas yang kami temukan pada situs cek DPT diantaranya masalah pada formulir, navigasi, dan heading.
Masalah Aksesibilitas pada Formulir
Saat berada di field NIK, screen reader hanya membaca field tersebut “edit blank”. Deskripsi itu membingungkan tunanetra. Tunanetra tidak tahu apa yang harus diisi di field tersebut.
Untuk mengetahui fungsi field tersebut, pengguna harus mengarahkan kursor menggunakan panah bawah sampai menemukan tulisan “Keterangan: Silahkan ketik Nomor Induk Kependudukan (NIK)”. Cara ini memang sudah menyelesaikan masalah. Tunanetra tahu maksud edit blank adalah field mengisi NIK. Namun, cara ini tidak praktis. tunanetra harus mengulangi cara yang sama untuk semua field.
Solusi Agar Formulir Aksesibel
Solusi agar formulir aksesibel adalah dengan menambahkan atribut title pada setiap field dalam formulir. Atribut title berisi penjelasan yang akan dibaca oleh screen reader. Tulisan “Keterangan : Silahkan ketik Nomor Induk Kependudukan (NIK).” dapat ditambahkan pada field mengisi NIK tadi.
Konsep atribut title mirip dengan alt teks pada gambar. Atribut title tidak terlihat secara visual. Atribut ini hanya terbaca screen reader. Menambahkan atribut title dengan teks yang jelas dan deskriptif membantu pengguna mudah memahami tujuan dari setiap field tanpa memindahkan kursor menggunakan panah bawah sehingga proses pengisian formulir lebih cepat.
Baca:
Alt Teks: Aksesibilitas Media Sosial untuk Pengguna Tunanetra
Beberapa Tombol Terlewat Saat Navigasi
Beberapa tombol terlewat saat navigasi dengan tombol tab. Saat menekan tombol tab kursor langsung mengarah ke field form mengisi NIK. Padahal dibagian atas situs cek dpt online terdapat tombol memilih bahasa tampilan Inggris atau Indonesia dan tombol pop-up sekilas info.
Masalah ini mempengaruhi pengalaman pengguna terutama bagi tunanetra yang baru pertama kali mengunjungi situs. Mereka jadi tidak mengetahui bahwa di situs cek dpt online mempunyai fitur mengganti bahasa tampilan antara Inggris atau Indonesia dan tombol pop-up sekilas info.
Walaupun kemungkinan besar pengguna tidak akan mengotak-atik tombol-tombol tersebut, hal ini tetap tidak sesuai dengan standar aksesibilitas website.
Tidak Adanya Heading
Tidak adanya heading menjadi masalah aksesibilitas ketiga yang ada di situs cek dpt online. Setiap halaman pada suatu situs web seharusnya dilengkapi dengan struktur heading yang benar dan konsisten. Dalam konteks situs cek DPT online, tulisan “Daftar Pemilih Sementara Pilkada 2024” idealnya ditempatkan sebagai heading 1.
Kesalahan umum yang sering ditemui adalah membuat tampilan tulisan terlihat seperti heading secara visual semata tanpa menggunakan tag heading yang semestinya. Masalah tersebut bukanlah masalah bagi orang awas. Orang awas tetap dapat mengidentifikasi tulisan “Daftar Pemilih Sementara Pilkada 2024” sebagai judul halaman.
Namun, tidak untuk tunanetra. Tunanetra tidak akan dapat mengenali tulisan tersebut sebagai heading. Hal ini disebabkan screen reader hanya mampu menafsirkan elemen heading yang telah ditandai dengan tag HTML yang sesuai. Screen reader menganggap tulisan tersebut hanyalah tulisan biasa. Fungsi tag heading yang benar tidak hanya untuk tunanetra, tetapi juga mendukung SEO.
Ikuti WCAG Untuk Atasi Masalah Aksesibilitas Situs Cek DPT
Meski terdapat beberapa masalah, Secara umum aksesibilitas situs cek DPT KPU bisa diakses tunanetra. Tunanetra dapat mengisi formulir isian NIK, nomor whatsapp, dan OTP.
Aksesibilitas yang memadai akan memungkinkan partisipasi aktif seluruh warga negara dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas situs cek DPT agar seluruh warga negara memperoleh kemudahan mengakses informasi mengenai status kependudukannya sebagai pemilih.
Selanjutnya KPU dapat memperbaiki masalah aksesibilitas supaya pengalaman tunanetra dalam mengakses situs cek DPT menjadi setara dengan orang awas. Perlu ditekankan setara bukan berarti sama persis. Untuk memperbaiki situs dapat mengacu pedoman WCAG yang telah menjadi standar internasional aksesibilitas website. Sebelum melakukan perbaikan, perlu adanya audit untuk mencatat isu-isu aksesibilitas yang ada di dalam situs cek DPT.
Suarise sebagai usaha sosial yang bergerak dalam bidang aksesibilitas digital menyediakan layanan konsultasi, audit, dan pelatihan aksesibilitas bagi perusahaan. Suarise siap berkolaborasi untuk membantu perusahaan menemukan sekaligus rekomendasi cara perbaikan isu aksesibilitas yang ada di situsnya. Hubungi project@suarise.com untuk lebih lanjut layanan konsultasi, audit, dan pelatihan aksesibilitas.
