Monthly Archives :

December 2024

Uji Aksesibilitas Cepat dengan #KamisKeyboard: Mencoba Berselancar di Website Tanpa Mouse

150 150 suarise

Apa itu #KamisKeyboard

#KamisKeyboard adalah salah satu gerakan advokasi aksesibilitas yang diinisiasi oleh Suarise yang bisa diikuti semua orang. Caranya adalah dengan mencoba mengakses setidaknya satu website di hari Kamis, dari komputer/laptop, tanpa menggunakan mouse atau trackpad untuk membaca maupun berinteraksi dengan menu-menu ataupun fitur di laman website tersebut.

Navigasi keyboard adalah salah satu standar aksesibilitas website

Ada banyak hal yang menjadi kriteria sebuah website dikatakan sudah memenuhi standar aksesibilitas. Salah satunya adalah website tersebut bisa dioperasikan hanya dengan menggunakan keyboard saja (tanpa mouse). Kriteria ini diatur lebih detail di dalam standar aksesibilitas konten website, atau disebut WCAG (Web Content Accessibility Guidelines).

Di dalam WCAG 2.1 poin Keyboard Accessible merupakan turunan dari salah satu prinsip aksesibilitas digital, yaitu Operable. Operable memiliki makna bahwa sebuah website bisa dioperasikan dengan menggunakan beragam input, baik secara mandiri ataupun bersama.

5 Tombol Penting

Tombol utama yang paling krusial di #KamisKeyboard adalah tombol TAB pada keyboard. 5 tombol penting lainnya:

  1. Tab
  2. Shift
  3. Arrow
  4. Space bar
  5. Enter

Tab dan Shift Tab berfungsi untuk bergerak maju/mundur antar elemen interaktif. Tab dan Enter/Spacebar berlaku untuk berinteraksi dengan elemen interaktif (memilih/mengisi). Tab dan Tanda panah berlaku jika bertemu dengan drop down atau elemen expansion/collapsed.

Yang harus dicek: kembali lagi ke Address Bar

Setelah memasukan alamat website di kolom address bar, tekan tab terus sampai balik lagi ke address bar. Perhatikan kemana kursornya bergerak setiap tombol TAB. Isu yang mungkin ditemukan:

  • Keyboard Trap: Kursor “nyangkut” dan tidak bisa gerak maju atau mundur.
  • Focus Visible: Mata tidak bisa mengikuti kemana kursor bergerak karena styling (outline) dihilangkan.
  • Highlight elemen non-interaktif: Teks paragraf yang mendapat fokus keyboard padahal tidak bisa diklik.

Contoh praktik #KamisKeyboard di sebuah website

Audit Aksesibilitas Website Profesional

Suarise menyediakan layanan untuk audit aksesibilitas website sesuai standar WCAG 2.1. Audit ini memastikan sebuah website maupun aplikasi ramah untuk beragam tipe disabilitas. Audit meliputi evaluasi kode dan tes dengan menggunakan beberapa alat bantu, salah satunya pembaca layar. Suarise juga memberikan rekomendasi kode untuk perbaikan website tersebut kedepannya agar memenuhi standar aksesibilitas internasional.

Baca juga:

  1. Bagaimana Cara Tunanetra Mengakses Internet?
  2. Video: Tutorial Kamis Keyboard
  3. Video: Aksesibilitas Aplikasi Grab vs Gojek bagi Disabilitas Netra

Referensi:

Perkenalan Navigasi Keyboard – Bisa Berselancar Tanpa Mouse Kalau….

150 150 suarise

Pernahkah kamu melihat seseorang mengetik dengan papan ketik (keyboard) tapi tatapan orang yang sedang mengetik full ke layar saja? Bahkan orang tersebut tidak melihat kemana jarinya menari di atas keyboard dan ketikannya tetap benar?

Teknik ini dikenal dengan metode touch-typing atau juga dikenal sebagai sistem pengetikan 10 jari. Skill ini biasanya dimiliki orang yang intens mengetik, entah itu notulis (note-taker) dan programmer. Tapi tahukah kamu kalau metode pengetikan yang sama juga digunakan oleh teman-teman disabilitas, termasuk disabilitas netra? Gak cuma ngetik, disabilitas netra mayoritas hanya menggunakan keyboard saja untuk berselancar di perambaan internet dan melakukan aktivitas di komputer secara umum.

Lalu, gimana ya caranya disabilitas netra berselancar di web hanya dengan keyboard saya?

Perkenalan Navigasi Keyboard

Sebetulnya kita bisa melakukan aktivitas apapun di komputer, baik itu menjalankan program komputer ataupun membuka laman sebuah website hanya dengan keyboard saja. Tapi ada catatannya, yaitu jika program/perangkat lunak dan website tersebut sudah memenuhi standarisasi aksesibilitas digital. Jika tidak, maka akan ada fungsi tertentu yang hanya bisa dioperasikan dengan cara lain, misal hanya dengan tetikus (mouse).

Kombinasi pengetikan ataupun menekan beberapa tombol sekaligus bisa berfungsi untuk memanggil sebuah fitur/fungsi tertentu, atau menekan dan memilih layaknya penggunaan mouse. Bahkan seringkali, navigasi keyboard mempercepat eksekusi sesuatu dibandingkan penggunakan sebuah mouse karena tangan tidak harus berpindah dari atas keyboard untuk memegang mouse.

Kenapa Disabilitas netra menggunakan keyboard tanpa mouse

Layout pada perangkat lunak (software) maupun website biasanya mengikuti alur baca visual. Dan untuk bisa berinteraksi dengan sebuah tombol, misalnya, maka biasanya pengguna yang awas mengarahkan pointer mouse ke lokasi untuk klik tombol tersebut. Apakah tombol itu di atas, bawah, kiri, kanan, tengah, mouse mengarahkan itu semua.

Tidak semua disabilitas netra tidak memiliki kemampuan melihat sama sekali. Beberapa ada yang masih bisa melihat dengan jarak yang dekat sekali dengan layar. Jika kondisinya demikian, maka tetikus masih memungkinkan untuk digunakan. Jika disabilitas netra tersebut merupakan pengguna pembaca layar untuk mendapatkan informasi yang tampak secara visual, maka tetikus tidak digunakan lagi karena pointernya membutuhkan akurasi lokasi. Tapi bukan berarti tombol tersebut tidak bisa dibaca ataupun di klik. Dengan teknik navigasi keyboard, tombol tersebut bisa dibaca, dicari, dan di klik. Hal ini berlaku untuk seluruh informasi maupun fitur yang dimiliki oleh web tersebut.

Pentingnya Pintasan/Shortcut dalam navigasi keyboard

Navigasi keyboard terjadi karena adanya pintasan/shortcut. Pintasan bisa berupa satu atau lebih tombol yang ditekan pada keyboard. Pernah menggunakan Ctrl + C untuk menyalin sesuatu? Nah itu contoh pintasan yang paling populer untuk menyalin kata, gambar, ataupun file.

Macam navigasi keyboard

Secara sederhana, ada 2 mode navigasi saat kita menggunakan keyboard:

  1. Mode browsing/membaca
  2. Mode fokus/pengetikan

Lebih jauh, beberapa mode terkadang memiliki pengaturan yang lebih mutakhir jika perangkat asistif/alat bantu seperti pembaca layar diaktifkan.

Contoh: Untuk menemukan sebuah tombol dengan navigasi keyboard saja, kamu bisa tekan “TAB” hingga sampai di tombol tersebut. Dan untuk klik tombol tersebut, kamu bisa tekan spasi atau enter. Jika kamu melakukan navigasi dengan keyboard dengan kondisi pembaca layar aktif, kamu bahkan bisa mengakses pintasan (shortcut) yang memunculkan semua tombol yang dimiliki laman tersebut.

Mode browsing/membaca

Seperti namanya, mode ini fungsinya untuk membaca tanpa melakukan pengetikan sama sekali. Aktivitas skimming (membaca singkat/cepat) contohnya. Biasanya pengguna tetikus melakukan scrolling sebuah halaman dengan menggulirkan scroll wheel, dengan klik panah atas bawah, atau dengan menggerakan indikator panjang halaman di sisi kanan layar. Hal yang sama bisa dilakukan dengan menekan tombol Page Up dan Page Down.

Jika pembaca layar diaktifkan, mode skimming dilakukan dengan cara yang berbeda. Hal ini dikarenakan tidak hanya layar yang bergeser, tapi juga informasinya harus dibacakan. Oleh karena itu, ada pilihan cara membaca, apakah itu berdasarkan judul, paragraf, baris, atau bahkan hal spesifik saja seperti gambar, tabel, ataupun tombol saja. Masing-masing diaktifkan dengan cara/pintasan keyboard yang berbeda.

Mode fokus/pengetikan

Mode fokus/pengetikan biasanya ketika pengetikan sedang terjadi, apakah itu sifatnya dokumen maupun form. Pembagian dua mode ini berlaku saat pembaca layar diaktifkan. Saat mode browsing, pengguna pembaca layar tidak usah khawatir jika menekan pintasan akan menambah tulisan pada dokumen/form. Dan sebaliknya, pintasan tertentu tidak aktif saat mode fokus diaktifkan karena tombol pada keyboard tersebut digunakan untuk pengetikan.

Pergantian antara mode fokus ke mode browsing tidak otomatis. Pengguna pembaca layar bisa mengaktifkan pergantian mode ini dengan 2 cara:

  1. Pintasan screen reader (umumnya tombol insert atau tombol capslock) ditekan bersamaan dengan space bar.
  2. Menekan Enter saat sampai di bagian form yang mau diisi. Dan untuk kembali ke mode browsing, tekan Esc.

Pintasan keyboard tidak bisa dijalankan? Bisa jadi ada isu aksesibilitas!

Pintasan umumnya bersifat umum, artinya, mau websitenya apapun, kurang lebih sama. Kecuali untuk software, bisa jadi ada perbedaan.

Contoh untuk mute/unmute mik di aplikasi video conferencing:

  • Zoom : Ctrl + Shift + M
  • Google Meet: Ctrl + D
  • Microsoft Teams : Ctrl + Shift + M

Bisa dinavigasikan dengan keyboard saja adalah salah satu kriteria standar aksesibilitas digital, yaitu WCAG 2.1 Keyboard accessible yang terdiri atas empat kriteria turunan:

  • 2.1.1 Keyboard
  • 2.1.2 No Keyboard Trap
  • 2.1.3 Keyboard (No Exception)
  • 2.1.4 Character Key Shortcuts

Cobain langsung navigasi keyboard sambil ikutan Gerakan #KamisKeyboard, cuma pake tombol TAB

Navigasi keyboard bisa diterapkan dan bermanfaat untuk pengguna dengan ataupun tanpa pembaca layar. Yuk cobain navigasi keyboard sambil ikut gerakan #KamisKeyboard dari Suarise.

#KamisKeyboard adalah gerakan untuk mengakses setidaknya 1 (satu) website setiap hari Kamis, hanya dengan menggunakan keyboard saja.

Caranya simpel, cukup tekan tombol TAB sambil cek aksesibilitas website tersebut.

Cek Step-by-step #KamisKeyboard di Instagram SuariseID atau tutorial #KamisKeyboard di Youtube untuk info detailnya.

Ditulis oleh Bayu Aji F.

Talent Content Writer Disabilitas Netra Suarise.