creatve

Tentang Nama: Kenapa Tune In The Light

150 150 Rahma Utami
Konsep Verbal (Positioning, Slogan, Kata Kunci)

“Percaya, kami bisa.”

Elemen verbal yang digunakan menggunakan bahasa yang formal dan sopan menandakan keseriusan dan profesionalitas. Kata yang dipilih simple namun bermakna dalam. Judul kampanye ini adalah tune in the light, dengan tagline “percaya, kami bisa.”

Tune in the light terdiri dari 2 kelompok kata: tune in dan the lightTune in adalah kata yang berarti dengarkan atau nyalakan hal hal yang berkenaan dengan suara. Umumnya kata ini disandingkan dengan radio, musik dan sejenisnya. The light atau cahaya dapat berarti harapan, hidup, lilin, ataupun penuntun jalan. Biasanya, the light dipadankan dengan kata turn on. Namun karena dalam duna netra anggaplah kita menghilangkan konteks cahaya (karena tuna netra pada umumnya tidak mengenal cahaya) melainkan suara. Suara berarti penuntun mereka, harapan mereka. Jadi  kedua kalimat ini dipadukan untuk membuat suatu pendekatan ke arah itu.

Penggunaan bahasa inggris sebagai judul program merujuk pada kemodernan dan keprofesionalitasan (karena pada umumnya profesionalitas mengacu pada nilai-nilai intrinsik dari Barat) serta ke globalan isu yang diangkat (ini bukan hanya masalah bagi Indonesia, tapi seluruh dunia) . Sedangkan tagline tetap dengan bahasa Indonesia karena untuk mendekatkan diri dengan nilai-nilai karakter Indonesia.

Percaya, kami bisa,  merupakan tagline yang akan dibawa pada setiap tahapan kampanye. Kata-kata ini dipilih karena pada umumnya masyarakat tidak mempercayai kemampuan tuna netra terutama kaitannya dengan keahlian yang sifatnya non konvensional. Kata percaya dipilih kembali setelah penggunaan kata “tune in the light” untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai apa yang harus dilakukan.

Untuk hal yang bersifat body copy, disesuaikan dengan what to say yang disesuaikan pada masing-masing visual iklan.

The Creative Brief

150 150 Rahma Utami

Creative Brief (Bates Indonesia)

Segala hal yang tertera di bawah ini masih meruakan pemikiran basic dari saya. Segala perubahan dan penyesuaian terhadap kampanye ini sendiri masih dapat dilakukan terutama untuk pengembangan ide dan implementasinya.

Why are we advertising?

Mengajak target (perusahaan) untuk memberikan kesempatan yang sama bagi tuna netra untuk dapat bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki dan keahlian ini bukan keahlian yang sifatnya konvensional seperti tukan pijat dan lain lain.

To whom are we talking?

Target market adalah perusahaan perseroan. Perusahaan yang dituju memiliki karakter multinasional ataupun akan bergerak menuju multinasional. Target merupakan perusahaan yang belum pernah mempekerjakan tuna netra sebagai karyawan di perusahaan mereka namun potensial untuk mempekerjakan tuna netra sebagai karyawan pada posisi-posisi tertentu. Perusahaan ini umumnya belum mengetahui keahlian apa saja yang dimiliki oleh tuna netra.
Jika dipersonifikasikan, maka target adalah pemegang keputusan ataupun pemberi pertimbangan dalam suatu perusahaan yaitu HRD dan user (manajer). Secara demografis, target audiens adalah professional dengan usia 25-50 tahun, Ses A dan B , unisex, tinggal di perkotaan.

What insight do we have about them?

Secara psikografis target audiens merupakan orang yang hidup diperkotaan. Membawa mobil sendiri atau cukup sering menggunakan taxi sebagai sarana transportasi. Terkadang terjebak dalam kemacetan dan keramaian kota sehingga sering menerawang keluar kaca mobil untuk mengalihkan pikiran atau sekedar menyalakan radio atau mp3 di mobil mereka. Membaca Koran dan membuka internet setiap hari dengan secangkir kopi terhidang di atas meja kerjanya. Terkadang, mereka harus berhadapan seharian dengan monitor komputer di depannya. Berkantor di gedung bertingkat, yang memungkinkan penggunaan lift tiap hari. Orang-orang ini adalah orang yang berhadapan dengan berbagai dokumen tiap hari, baik di atas meja, maupun dalam dunia maya. Mengadakan pertemuan ataupun sekedar bersantai di resto-resto mahal sekelas sushi-tei.Tidak menyukai sinetron, lebih memilih TV kabel, namun tetap tertarik pada acara sekelas berita, politik, ataupun talkshow moderat seperti kick andy. Berpikiran terbuka dan professional keprofesionalan dalam bekerja, menginginkan segala sesuatu berjalan efisien dan efektif. Berhati-hati dalam membuat keputusan. Dalam recruitment mereka berprinsip “put the right man in the right place” dan mempertahankan objektivitas dari berbagai segi.

What do we want them to think/do?

Tuna netra memiliki kemampuan yang sama dengan tenaga kerja pada umumnya dan menerima mereka sebagai pegawai tanpa merendahkan kemampuan mereka dengan mempekerjakannya sesuai dengan kapasitas mereka.
Merekrut tuna netra sebagai pegawai di perusahaan sesuai dengan kapasitas masing-masing.

What is our preposition?

Tune in the light, percaya,kami bisa!
Apakah Anda dengar perbedaannya? Jelajahi kemampuan tuna netra, sadari mereka sama.
Jangan padamkan kesempatan mereka untuk bekerja. Akui kemampuan tuna netra, berikan kesempatan yang sama.
Kami percaya, Anda?

What is the support for this preposition?

Ketika melihat mereka bekerja dan hasil kerja mereka secara langsung maka umumnya keraguan akan kemampuan mereka akan hilang.
Tuna netra terbiasa dengan system bekerja yang efisien dan efektif karena terbiasa untuk tidak memulai kesalahan.
Perusahaan memiliki tanggung jawab yaitu Corporate Social Responsibility (CSR). CSR dapat diarahkan kepada ke daerah human resources dengan cara perekrutan tenaga kerja.
Setiap kesempatan kecil yang diberikan kepada tuna netra kan dimanfaatkan sebaik baiknya karena minimnya peluang yang mereka miliki untuk mendapatkan peluang ini kembali.
Masyarakat akan selalu memandang positif terhadap kegiatan yang melibatkan penyadang cacat yang berarti menngkatnya nama baik perusahaan.
Bukti dari perusahaan yang telah mempekerjakan tuna netra seluruhnya memberikan sentimen positif atas kinerja mereka.

What are the mandatories?

a. Logo sponsor: Pertuni, disnakertrans, yayasan mitra netra, psbn wyata guna, logo event
b. Nama program: trust
c. Tagline : Percaya kami bisa.

What is the tone and manner?

Korporat, professional, bersih, optimis, dekat

Creative requirements ? (Media)

1. Media lini atas seperti billboard, tvc, radio, dan Koran nasional
2. Media lini bawah: direct mail
3. Ambient media sebagai pendukung di lingkungan yang terkait dengan target audiens.
4. Viral media: word of mouth untuk menyebarkan informasi ini