instagram

Gak Kebaca! Dampak Custom Font Instagram bagi Pembaca dengan Disabilitas Netra

150 150 suarise

Tim nasional sepak bola Indonesia telah berhasil memikat hati masyarakat luas, termasuk tunanetra. Antusiasme publik terhadap setiap pertandingan sangat tinggi, terlepas dari tingkat pemahaman terhadap teknis permainan sepak bola. 

Akun media sosial resmi timnas Indonesia kerap menyajikan informasi terkini seputar perkembangan timnas yang dikemas secara unik. Sayang, saking uniknya tunanetra kesulitan memahami informasi dalam beberapa postingan. Contohnya postingan pengumuman agenda timnas di bulan September 2024.

Tunanetra memang bisa membaca isi agenda timnas seperti timnas putera yang akan berlaga di lanjutan kualifikasi piala dunia. Namun, tunanetra tidak bisa membaca tulisan “september”. Mengetahui agenda tanpa tahu detail waktunya sama saja sia-sia. Tunanetra tidak bisa nonton karena tidak tahu kapan pertandingannya.

Penyebab tunanetra tidak bisa membaca karena kurangnya aksesibilitas ganti font instagram tulisan september dengan menggunakan font unik. Font unik ini merupakan penghalang bagi tunanetra untuk memperoleh informasi tersebut.

Tren Ubah Font Instagram

Maraknya tren penggunaan font unik pada nama akun, bio, maupun caption di Instagram ataupun platform media sosial lainnya telah menimbulkan tantangan aksesibilitas terutama bagi tunanetra. Penggunaan font yang tidak biasa ini dapat berpotensi membuat tunanetra kehilangan informasi penting dalam kasus di atas tunanetra kehilangan informasi agenda timnas. Umumnya niat para konten kreator mengubah font instagram adalah untuk menciptakan tampilan yang lebih estetik. Namun, disaat bersamaan aksesibilitas ganti font instagram kurang baik. Selain merugikan tunanetra, ubah font instagram sebenarnya juga membawa dampak negatif untuk konten kreator itu sendiri.

Baca:

Alt Teks: Aksesibilitas Media Sosial untuk Pengguna Tunanetra

Bagaimana Aksesibilitas Ganti font Instagram dapat Membuat Tunanetra Kehilangan Informasi

Sebelumnya penting mengetahui cara tunanetra dapat membaca postingan di media sosial. Tunanetra menggunakan software pembaca layar untuk mengoperasikan komputer dan smartphone. Software tersebut berfungsi membacakan apa saja yang ada di layar.

Dalam kasus media sosial, pembaca layar akan membacakan caption. Mengapa hanya membaca caption? Screen reader tidak dapat membacakan foto kecuali foto tersebut telah dilengkapi alt teks.

Selain itu, terdapat tantangan tambahan terkait dengan penggunaan font non-standar. Sebagian besar screen reader umumnya dirancang untuk mengenali dan membacakan font-font yang umum digunakan. Oleh karena itu, ketika konten kreator menggunakan font unik pada caption, screen reader kesulitan membacakan teks tersebut secara akurat. Dari penjelasan singkat ini mungkin sudah dapat dipahami bahwa aksesibilitas Font Instagram penting diperhatikan sebab font yang salah dapat Membuat Tunanetra Kehilangan Informasi.

Baca juga: Alt Teks: Aksesibilitas Media Sosial untuk Pengguna Tunanetra

Asal Usul Font Unik di Instagram

Asal usul font unik di instagram diambil dari Unicode matematika dan fonetik. Unicode itu seringkali berbentuk menyerupai huruf latin. Seperti namanya, simbol-simbol tersebut diperuntukan dalam penggunaan matematika, tetapi saat ini konten kreator turut menggunakan unicode matematika dan fonetik tersebut. Unicode ini menjadi solusi dari keterbatasan instagram maupun media sosial lain yang tidak menyediakan fitur mengubah font menjadi tebal atau miring.

Memahami Unicode

Pada dasarnya komputer dan smartphone hanya bisa memahami informasi dalam bentuk angka. Oleh karena itu, semua informasi seperti gambar dan karakter direpresentasikan dalam bentuk angka oleh komputer. Setiap karakter memiliki kombinasi angka yang berbeda-beda. Kombinasi ini telah disepakati secara internasional. Unicode adalah sistem standar internasional yang memastikan setiap komputer menggunakan angka yang sama untuk setiap karakter. Sebagai contoh, huruf kapital A diwakili oleh angka 65. Unicode juga mencakup simbol-simbol dan emoji, seperti 😂 yang diwakili oleh #128514.

Ganti Font Instagram Rugikan Pebisnis dan Konten Kreator

Seperti penjelasan di awal tulisan ini, memerhatikan aksesibilitas ganti font instagram penting. Hal ini disebabkan font tidak hanya berdampak untuk tunanetra, tetapi secara tidak langsung juga dapat merugikan konten kreator itu sendiri.

Dampak terhadap engagement dan SEO

Penggunaan font unik dapat berdampak negatif terhadap engagement audiens dan SEO. Mesin pencari dan algoritma platform media sosial dirancang untuk memproses font-font standar. Oleh karena itu, penggunaan font unik seperti postingan timnas tentang agenda timnas selama bulan September 2024 akan menyulitkan mesin pencari dan platform media social dalam mengindeks dan membaca konten. postingan tersebut mungkin tidak muncul dalam hasil pencarian yang dilakukan pengguna diluar follower akun timnas. Hal ini mengurangi peluang untuk menjangkau audiens yang memiliki minat terhadap timnas. Dampak lanjutan menutup peluang mendapat follower baru karena postingan tidak dapat ditemukan oleh calon audiens yang mencari postingan tentang agenda timnas september.

Memakan Waktu

Proses pembuatan font unik pada Instagram memakan Waktu. Hal ini karena memerlukan langkah-langkah tambahan. Normalnya pengguna tinggal mengetik caption di instagram. Namun, di sini pengguna harus menulis caption terlebih dahulu, kemudian menyalin teks tersebut ke situs penyedia font khusus seperti Instafont. Setelah mendapatkan hasil yang diinginkan, teks dengan font unik tersebut kembali disalin dan ditempelkan pada kolom caption di Instagram. Prosedur ini tentu lebih rumit dan memakan waktu dibandingkan dengan mengetik langsung pada kolom caption Instagram. Proses ini juga tidak Efisien Ketika ingin membuat caption untuk banyak postingan.

Menutup Pelanggan Potensial

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat sekitar 3,5 juta penduduk Indonesia yang merupakan tunanetra, setara dengan 1,5% dari total populasi. Kelompok ini memiliki potensi yang signifikan untuk menjadi basis pelanggan baru bila konten media sosial dirancang supaya dapat diakses oleh semua pengguna.

Penggunaan font unik yang tidak dapat dibaca oleh screen reader akan menjadi penghalang utama bagi kelompok ini untuk mengakses informasi dan berinteraksi dengan konten yang disajikan. Dampak lain disabilitas tidak dapat berpartisipasi dalam interaktif pada kolom komentar yang pada akhirnya mempengaruhi terhadap tingkat engagement akun media sosial yang berpotensi menurunkan keuntungan para pelaku usaha.

Dampak Lain Unicode

Di samping masalah aksesibilitas, engagement, SEO, dan Efisien, simbol unicode memiliki kaitan yang kuat dengan spam dan penipuan daring. Unicode tidak hanya digunakan dalam caption media sosial saja. Terkadang pelaku penipuan menggunakan unicode ini di email. Maka tak heran unicode dikaitkan dengan spam dan penipuan.

Spam

Dalam email, cara memfilter spam adalah mendeteksi kata atau frasa tertentu. Jika sebuah email mengandung kata atau frasa tersebut, maka email tersebut masuk ke spam. Untuk menghindari filter spam ini pelaku mengganti font dalam kata-kata yang dianggap sebagai spam dengan font unik. Oleh karena itu, banyak orang mengasosiasikan font unik ini dengan spam.

Penipuan

Selain spam, pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan karakter Unicode untuk mengelabui korban. Salah satu contohnya adalah teknik phishing yang menargetkan nasabah bank. Pelaku dapat membuat tautan yang tampak identik dengan tautan asli, tetapi mengarah ke situs palsu. Misalkan, pelaku dapat meniru situs resmi Bank B, https://www.google.com/url?sa=E&source=gmail&q=bbb.com, dengan cara mengganti beberapa huruf dalam URL menggunakan karakter Unicode yang secara visual serupa dengan huruf asli. Dengan trik ini, korban yang kurang waspada akan sulit membedakan antara tautan asli dan tautan palsu. Akibatnya, ketika korban mengklik tautan tersebut, data pribadi berpotensi dicuri oleh pelaku.

Aksesibilitas ganti font instagram: Lebih Baik Fokus ke Konten Daripada Ubah Font

Meskipun Instagram memiliki keterbatasan dalam hal variasi font, upaya gubah font instagram bukanlah solusi yang tepat. Untuk meningkatkan kualitas konten, terdapat pendekatan yang lebih efektif yaitu optimalkan konten itu sendiri. Mulai dari pembuatan caption yang persuasif dan menarik.

Selain itu, pengoptimalan visual pada foto dan video juga sangat penting daripada sekadar ubah font. Platform ini telah menyediakan ruang yang luas bagi pengguna untuk berkreasi. Tidak hanya aspek visual, agar konten visual dapat diakses oleh semua pengguna, termasuk tunanetra sangat disarankan untuk menambahkan alt teks.

Bagaimana cara membuat Instagram lebih aksesibel dan menjangkau pengguna disabilitas lainnya?

Suarise menawarkan solusi pelatihan aksesibilitas digital (a11y) yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Melalui program pelatihan kami, perusahaan dapat memastikan bahwa seluruh konten digital, termasuk unggahan media sosial dapat diakses oleh semua pengguna tanpa terkecuali disabilitas. Tentu aksesibilitas ganti font instagram akan menjadi salah satu fokus.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip a11y pada konten media sosial, perusahaan dapat mengatasi berbagai hambatan aksesibilitas, meningkatkan kepuasan pengguna, dan membangun citra positif.

Konten media sosial yang aksesibel berpeluang meningkatkan engagement audiens sebab disabilitas bisa ikut berinteraksi serta memperluas jangkauan pasar secara optimal.

Hubungi project@suarise.com untuk info detail layanan pelatihan aksesibilitas digital bagi perusahaan Anda.

Alt Teks: Aksesibilitas Media Sosial untuk Pengguna Tunanetra

150 150 Theresia Suganda

Fitur Alt-teks di Instagram

Pada akhir November 2018 lalu, Instagram mengumumkan dua peningkatan baru untuk mempermudah orang-orang tunanetra atau dengan gangguan visual menggunakan Instagram. Pembaruan pertama ialah pengadaan teks alternatif (alt text) otomatis sehingga pengguna dapat mendengarkan deskripsi foto melalui teknologi pembaca layar (screen reader). Fitur ini menggunakan teknologi pengenalan objek untuk membacakan daftar benda yang mungkin terkandung di dalam foto. Pembaruan kedua ialah pengadaan kustomisasi teks alternatif sehingga pengguna dapat menambahkan deskripsi foto yang lebih kaya.

Manfaat Pembaruan Instagram Bagi Tunanetra

Alt text otomatis sebenarnya sudah cukup baik. Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) sudah mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk generik yang terlihat jelas pada foto. Misalnya, bentuk-bentuk generik seperti manusia, bangunan, dan langit. Hanya saja, (saat tulisan ini dibuat) teknologi tersebut masih belum dapat membaca bentuk-bentuk gambar di luar foto, seperti komik, e-poster, atau infografik.

gambar tahapan pengaturan lanjutan instagram untuk memberi keterangan gambar

Pengaturan lanjutan instagram untuk memudahkan tunanetra membaca bentuk gambar (foto: net)

Sementara itu, fitur kustomisasi alt text tersedia pada pengaturan lanjutan (advanced setting). Pengguna dapat memilih menu Write Alt Text, mengisi deskripsi, lalu menyimpannya. Pengguna juga dapat menyunting foto-foto yang sudah terkirim dan menambahkan alt text. Instagram membatasi alt text pada 100 karakter untuk mengajak pengguna berpikir dan tidak sekadar menyalin tempel (copy and paste) caption ke dalam deskripsi foto.

Seminggu setelah fitur ini hadir, saya dan Ega, salah satu peserta pelatihan Digital Content Writing yang diadakan Suarise, mengadakan uji coba penggunaan fitur. Saya menguji kustomisasi alt text dan Ega menguji keterbacaannya pada screen reader. Hasilnya buat kami berdua memuaskan. Saya jadi punya ruang untuk mendeskripsikan isi foto lebih dari sekadar menggambarkan konten foto tetapi juga memberi konteks. Dari sisi pengguna tunanetra, Ega mengalami perjalanan pengguna (user journey) yang lebih singkat untuk mendapatkan pesan dalam kiriman foto. Ega menggambarkan, tanpa alt text, yang dia dapatkan adalah sekadar keterangan (caption) foto. Caption tersebut kadang terpotong atau kadang tidak menjelaskan dengan detail konteks di dalam foto. Misalnya, pada foto secangkir kopi yang diberi caption “Selamat pagi!”. Sementara itu, dengan alt text, dia mendapatkan konteks pesan yang lebih menyeluruh lewat deskripsi gambar dan caption. Misalnya, dengan deskripsi foto “secangkir kopi di pagi hari” dan caption “Selamat pagi!”.

Tonton Bagaimana Screen Reader membaca Instagram

Bandingkan dengan kita yang awas. Hanya dengan melihat foto, kita sudah mendapatkan konteks pesan keseluruhan kiriman, bahkan sebelum kita membaca caption (dan komen-komen) lebih lanjut. Keberadaan alt text tidak hanya memudahkan perjalanan bagi pengguna tunanetra, tetapi juga menjembatani perpindahan pesan dan makna dari satu pengguna ke pengguna lainnya.

ilustrasi media sosial dalam smartphone

Ilustrasi instagram pada smartphone (foto: net)

Kamu Content Creator? Yuk Ikut Membuat Instagram dan Sosial media semakin #BisaDiAkses!

Kesetaraan Akses Media Sosial untuk Tunanetra

Pengadaan fitur alt text otomatis dan kustomisasi alt text oleh Instagram merupakan salah satu upaya memberi kesetaraan akses bagi pengguna tunanetra atau dengan gangguan visual. Langkah ini bukan yang pertama dilakukan di ranah media sosial; fitur serupa sudah ada di Facebook dan Twitter sejak 2016. Di media digital secara umum aksesibilitas tidak berhenti di pengadaan alt text pada foto atau gambar saja. Aksesibilitas juga mengacu pada desain perangkat, produk, dan lingkungan. Hal ini dimaksudkan agar individu dengan disabilitas atau gangguan sensorik dapat berhasil menggunakan perangkat atau produk.

Kesetaraan aksesibilitas media sosial untuk pengguna tunanetra menjadi isu yang semakin relevan mengingat semakin berkembangnya penggunaan media sosial. Menurut Global Digital 2019 Reports yang dirangkum oleh WeAreSocial dan Hootsuite, pengguna aktif media sosial di Indonesia sudah mencapai 56% dari total populasi. Dalam angka tersebut termasuk teman-teman pengguna tunanetra atau dengan gangguan visual yang juga menggunakan media sosial sebagai sarana berkomunikasi.

Inklusi dengan menyediakan akses media sosial yang setara adalah solusi saling menguntungkan bagi pengguna tunanetra atau dengan gangguan visual dan pengguna awas, yaitu untuk transfer informasi dan pengetahuan secara dua arah. Fitur aksesibilitas seperti alt text bisa jadi kesempatan bagi Anda, yang selama ini fokus ke estetika konten visual, untuk menjangkau pengguna tunanetra yang bisa jadi adalah sasaran komunikasi Anda juga.

Ditulis oleh Theresia Suganda, Project Manager untuk Suarise.